Habis Minyak Terbitlah Kota Mati
Posted by Syam on November 3, 2007
Ketika zaman emas habis, maka kota-kota yang dibangun para koboi dan penambang luruh sudah. Satu dua penghuninya duduk di kursi kayu tua mengenangkan masa yang gemilang. Tapi debu sudah terlanjur datang digiring angin ke kota yang sesepi kuburan menyentak hayalan untuk segera menutup pintu rumah-rumah, saloon, kantor sherif sekalipun. Ssst… dengan kuda-kuda yang tegap “the bandits cs” datang untuk merebut sisa receh yang masih mereka simpan. Demikianlah disajikan beberapa film koboi dan komik western.
K. Usman menulis banyak cerita (cerpen, novelet, novel) yang menyingung kemashyuran beberapa tempat berminyak di sekitar Prabumulih dan Muara Enim Sumatera Selatan. Memang, ia anak seorang “employee Permina“. Konon, dia pernah sebut kompleks perumahanan karyawan Pertamina terdapat juga di Tanjung Lontar Muara Enim.
Saat ini redup, kompleks-kompleks satu persatu luruh karena tidak banyak lagi aktifitas penyedotan minyak. Kompleks Tanjung Lontar hanya tersimpan di cerita-cerita K. Usman. Kompleks Limau sudah hijau berlumut. Konon juga pernah ada kompleks sejenis di Tanjung Miring. Kompleks Talang Ubi yang kabarnya mulai menyepi.
Tingallah masyarakat lokal di desa sekitar yang menungu di kursi dan jalan yang satu persatu bertambah debu. Redup.
[Tulisan ini pernah dimuat di blog cikal dusunlaman [http://dusunlaman.blog.com] Januari 21, 2005]
Leave a comment, and if you'd like your own picture to show up next to your comments, go get a gravatar!









