subscribe to the RSS Feed

Tuesday, February 9, 2010

Belajar Membuat Pupuk Bokashi

Posted by Syam on April 9, 2008

Oleh: Syam Asinar Radjam

em4.jpg Bulan lalu, saya sempat pulang ke dusunlaman, Prabumulih. Sempat pula menyambangi Vitro. Salah satu dari sedikit “guru” saya di kampung halaman. Bersamanya saya banyak bertukar cerita. Terutama menyoal pertanian. Maklum, laki-laki yang sempat hidup cukup lama di negeri milik suku Indian (Amerika) ini, memang memutuskan menjadi petani sekembali ke dusunlaman. Dan saya, sedang belajar menikmati hidup sebagai petani.

Topik gesahan kami menyenggol perkara mahalnya harga pupuk. Belum lagi ketersediaannya yang tak selalu ada. Saya sendiri tidak mengalami masalah akan itu. Sebab, saya sedang belajar bertani secara organik! Sederhananya, bertani tanpa menggunakan pupuk maupun bahan pengendali hama yang mengandung senyawa kimia tak organik sebagaimana yang banyak dijual di pasaran.

Kebetulan, di kebun kecil yang kami kelola tak jauh dari kota Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, saya mencoba menerapkannya. Menyangkut pupuk, saya mencoba menggunakan pupuk bokashi. Bikinan sendiri. Bahannya, mudah di dapat di sekitar kebun. Terkait pengendalian hama dan jamur kami memakai pestisida nabati (pesnab) dan jamur trichoderma.

Cuka dengan tulis care mbuat bokashi tuh di dusunlaman,” Vitro menyarankan agar saya menulis cara membuat bokashi di (situs) dusunlaman.net. Karena alasan tersebut maka tulisan kali ini ditulis hingga dapat dibaca di sini.

Sebenarnya, bokashi tak berbeda jauh dengan kompos. Hanya saja pembuatannya memanfaatkan teknologi Mikroorganisme Efektif (effective microorganism). Si Mikroorganisme Efektif itu berfungsi sebagai ragi yang mampu mempercepat proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa organik yang mudah diserap tumbuhan. Jika proses pembuatan kompos biasa memerlukan waktu berbulan-bulan, membuat pupuk bokashi cukup satu minggu.

“Ragi” bokashi cukup mudah didapat di pasaran. Umumnya berupa “effective microorganism turunan keempat) yang lebih dikenal sebagai EM-4 yang dijual dalam dalam wujud cair dalam kemasan botol.

Pengalaman membuat bokashi yang saya dapat adalah berkat bantuan Apru, seorang kader SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu). Dari Apru, saya mendapat pengetahuan membuat bokashi padat dan cair. Khusus bokashi padat, racikan bokashi kami rancang untuk digunakan sebagai pupuk dasar pada tanaman keras, karenanya komposisi pupuk kandang diperbanyak.

Dalam pemupukan pupuk bokashi padat digunakan satu kali, di

Untuk bokashi padat, racikan dirancang untuk jenis tanam Bokashi yang kami buat adalah bokashi untuk digunakan pada jenis tanaman keras di kebun kami. Bokashi padat dipakai sebagai pupuk dasar untuk tanaman bokashi padat dan cair untuk jenis diperlukan bahan-bahan sebagai berikut.

CARA MEMBUAT BOKASHI (untuk 1 ton)

A. Bokashi Padat

Bahan:
- Hijauan daun 200 kg (hijauan daun, sisa sayuran, jerami, sekam, dll)
- Pupuk kandang 750 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
- Dedak/bekatul 50 kg
- EM-4 1 liter
- Larutan gula pasir, 1 kg per 10 liter air
- Air secukupnya

Tahapan Pembuatan:
1. Potong sampah basah (3-5 cm), kecuali jika menggunakan sekam
2. Campurkan Sampah basah – pupuk kandang – dedak/bekatul, hingga rata
3. Larutkan EM-4 + Air gula ke dalam 200 liter air.
4. Siramkan larutan secara perlahan secara merata ke dalam campuran sampah basah-kotoran-dedak. Lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 – 40 %. Tandanya, bila campuran dikepal, air tidak keluar dan bila kepalan dibuka, adonan tidak buyar.
5. Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketebalan 15 – 20 cm, lalu tutup dengan karung goni atau terpal selama 5 – 7 hari.
6. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45 – 50 derajad Celsius.
7. Setelah satu minggu, pupuk bokashi siap digunakan.

Aplikasi:
Untuk tanaman tahunan semisal karet, coklat, dan lainnya, gunakan bokashi padat sebagai pupuk dasar. Dua kilogram bokashi diaduk dengan tanah lalu dibenamkan di lubang tanam.

B. Bokashi Cair (untuk 200 liter)

Bahan:
- Pupuk kandang 30 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
- Hijauan daun (secukupnya)
- EM-4 1 liter
- Gula pasir 1 kg
- Terasi 1 kg
- Air bersih 200 liter
- Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi

Tahapan Pembuatan:
1. Pupuk kandang dihaluskan
2. Gula pasir – Terasi – EM-4 – NPK dilarutkan dalam air
3. Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukkan ke dalam drum plastik kemudian ditambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 200 liter.
4. Drum ditutup rapat. Setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit.
5. Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5 – 7 hari.

Aplikasi:
1 liter bokashi dicampur dengan 9 liter air bersih. Selanjutnya, siramkan pada tanah di sekitar tanaman atau disemprotkan pada daun sebanyak 0,25 – 1 liter tergantung jenis tumbuhan.

Semoga bahan bacaan ini bermanfaat.

Comments

47 Responses to “Belajar Membuat Pupuk Bokashi”
  1. pitok says:

    TERIME KASEH Syam lalame kutunggu info ini, lah ade belum info ttg bbt karet unggul

  2. Syam says:

    Same-same, Tok. tentang bibit balam lum daoat. Tapi mon lah dek ketahanan lagi, jengok bai Tatang. Nah, kalu pekare REBAN AYAM… tanye ke uhang laen bai, ye. Hehe.

  3. Gandoel says:

    Tok, info bibit karet unggul aku la ade, kelebehan nye : getah banyak, bebuhak hukam dan be-umbi sile, he.he.he.
    Kalu lah endak nian cuka hubungi Kocok ngan Sandi Rodik, die dang mbibit swileng, buhaknye ne Malaysia melalui Medan tentunye.
    Makenye kance-kance jengoki kina, sebab rencananye kan ade balamisasi di prabumuleh. ha.ha.ha (By the way aku juge tertarik untok investasi di Balam Garden ini, untok pension kai, tapi jangan disampaikan ke kance2 lain, cukop kamu ngan syam baik tahu)

  4. rizky says:

    kak syam,kapan aku bisa ke kebon???aku dah dibogor skr…

  5. meramah kada says:

    Heeee heeee
    lom tebelom LAH NDAK BESEMUKAL
    lamon tan ilok !!!!!

  6. Tulong cakahkan aku BALAM yg di TAKOK sahini sesayak penuh aku lah muak kelileng perabumulih ini laju belom betah, cuka kamu2 yg galak bejalan tu kalu ade tehak negah gesahan uhang !!!!!

  7. Tulong cakahkan aku BALAM yg di TAKOK sahini sesayak penuh aku lah muak kelileng perabumulih ini laju belom betegah, cuka kamu2 yg galak bejalan tu kalu ade tehalak negah gesahan uhang !!!!!
    heheh haha kalu ndak byk getah campor maleng mandongan

  8. rusli says:

    hallo Mang Syam, Pitok, dan Gandoel, salam kenal. Kalo boleh, bibit karet unggulnye bisa diminta. saya punya kebun karet juga di Suka Merindu (Air Rambang).
    Untuk Syam, boleh tanya kan? Kebun kecil di Pelabuhanratu, di daerah mana? Citarik, Babagan, Tonjong, Buni wangi, atau Citepus?
    Terimo kasih, biso begabung dan mohon maaf atas hilaf dan salah.

  9. ppitok says:

    ini pecaknye kan lukak sesat nyakah bibit balamni itu yg ngatasnamekan merama kada itu behaye,,,tiu maksud nye ili kabau alias ilimehamadkadaammmm

  10. ppitok says:

    Syam omong-punya omong itu ROSELA sudah berbuah cuma kerena kurang panas jadi berbuah sedikit tapi pasti ku sediekan untok kamu, yang penting buhaknye hahahaha

  11. Gandoel says:

    Salam kenal juga buat Rusli
    Sebentar lagi kalau nggak ada halangan di Jungai akan dibangun pabrik pengolahan karet, jadi buat yang di ilir jungai siap2 dapat kiriman limbah cair dan gas (bau) he.he.he
    Bibit karet yang tempo hari saya tawarkan ternyata gagal riset di bogor, yang ada di jepang, pemesanan melalui dora emon ihik..ihik

    Buat bang pitok, kalau ada tanaman bagus bagi2 ke kanca2 di duson, kalau kurang panas itu bukan persoalan, yang penting tumbuh dan bekembang (layar apeee)……….

    Salam Beduson (bukan sedekah bai beduson)

  12. sri rizky says:

    gula pasir buat apaan buy?/

  13. sri rizky says:

    eh syam…gw yakin u pasti orangnya baik, karena u buat artikel tentang cara membuat pupuk organik, itukan ciri2 orang yang cinta lingkungan…
    u bisa kan kasih artikel yang lebih baik lagi???

  14. Syam says:

    Trims Sri Rozky…
    Gula pasir berfungsi sebagai bahan makanan awal bagi mikrobia (efektif microorganisme) yang digunakan untuk mengurai bahan-bahan kompos. Semoga artikel ini cukup membantu.

  15. roby seron says:

    mang candot pedie kabar?, sekarang tinggal dimane?, kalo boleh tahu ini wadah curhat wang dusun kite, ape ade wadah lain untuk curhat tentang prabumulih, untuk mang pitok aku kagum an die, walaupun merantau keluah bahase duson dek ketinggalan?

  16. randy rambang putra rosiban says:

    om pitok,atau yang lainnya, aku randy anaknya arlan, tahun ini nek ino mau nanam karet di merangin, tolong info bibit karet yang murah dan unggul yang dijual di prabumulih dan sekitarnya kalo ada om langsung ngomong ama nek ino, kabar kami di jakarta sehat, gimana kabar om?

  17. pitok says:

    Wah,,,Randy udah terlambat tuh informasinye, sebab om Ferry udah dapet dan siap tanam tuh malah om pitok yg belum beli hahaha . Okey Randy itu aja dulu om sehat semua di kampung juga yg lainnya, Rajin belajar jaga kesehatan sebab kita butuh banyak energy dan umur yg panjang buat mencoba banyak hal dlm hidup ini. Jika Kau tak mampu Jadi Matahari,maka jadilah Pelita bagi keluargamu. Salam Untuk semua.

  18. pitok says:

    Waduhhhh Roby SEron,,,,sang pemilik PANSER hahaha insyaallah man dalam Periode Hidup sekali ini base dusun kan kubawe mati.Base laen tu di pakai cuman kalu nak mbudikan uhang bai. hahahahah belaok-dek belaok base dusun tula hahahaha

  19. ruth says:

    siang,,,

    kandungan bokashi sama ja ya dengan bahan2 yang dipakai????

    selain itu pa lagiii????

    mksh

  20. P. Siagian says:

    ilok juge care mupok tanaman mon makai bahan non kimiawi. aku juge kepingin nyuka. thank much
    P. Siagian-Medan

  21. gib says:

    Pak,kalau boleh tau dalam 1 x produksi bokashi cair bisa dipakai berapa lama? Terima kasih.

  22. Syam says:

    Bung Gib. Maaf, saya belum punya catatan khusus tentang lamanya umur simpan. Tapi pengalaman kami selama 3 bulan masih tidak berubah kualitasnya.

    Kami belum pernah membuat untuk disimpan lebih lama dari itu. Sebaiknya memang dibuat sesuai kebutuhan. Kecuali untuk kebutuhan komersil, mungkin perlu pengujian umur simpan. Mudah-mudahan informasi ini membantu.

  23. Rama says:

    Bang nyari EM-4 dimanaya? Apa Nama pasaranya juga EM-4?

  24. Zygit.P says:

    Numpang tanya boz..! Apakah bokhasi tsb dpat di gunakan untk tnaman kelapa sawit, trus gmana cr aplikasix ,dan dibthkan brapa lter untk per ha,n dmana y kmi bisa dapatkan EM-4 ,tlg infox BOZ,.! t4nx n lam kenal.

  25. Heri says:

    Gini pak,saya perna coba buat pupuk bokashi jerami dari daun2 kring.tapi dari hari pertama ampe hri ketujh nga ada suhu yg panas ama skali.. Dan akhrny hr ke7 bokashi ga jd.dimana kr2 kelemahannya..? Apa karna pentpny kuranga rapat atau terlalu longgar..? Ketika kt membuat bokashi,apakh hrus ditutup rapat kali seperti d masukin aja kekarung goni bru di ikat atau kr2 gimana yg bags pak..? Ataukh kelemahnny dr pencmpurn kdar airny krng bgs..? Apakh harus di hamparkan dulu d lantai bru d tutp dngn krung goni,atau gimana klo d masukkn kedalam palstk bru di ikat.gimana kr2 pak..? Klo smakn halus jeraminy d potong,apa akbtnx pak..? Klo em4 ny melebhi ukrnny kr2 apa akbtnya..? Misalny ukrnny 2 sndok makam d buat jd 4 sendok makan.. Gimana ciri2 em4 yg udh rusak..? Tolng d jwb ke e-mail saya.heryfadhliumts@gmail.com

  26. luthfia says:

    bokashi EM bisa ga’ buat campuran dalam tanah bekas tambang batubara sehingga bisa ditanami lagi? Soalnya di daerah saya tanah bekas tambang melimpah ruah bo! lumayan buat mengurangi lahan kritis kan klo bokashi EM bisa memulihkan tanah marginal bekas tambang batubara in…. makazih sebelumnya. tolong dibalas ke e-mail saya. penting.

  27. Syam says:

    Rekan Luthfia,

    Terima kasih sudah menyinggahi dusunlaman.net. Jawaban saya sudah dikirim ke alamat emailmu.

    Jawaban saya:
    Bisa. Tapi tidak bisa tunggal. Mengingat EM4 hanyalah bakteri. Yang paling penting adalah bahan organik. Tanah kritis paska tambang sebaiknya ditebari dengan bahan organik seperti sampah pasar, limbah pertanian, dll baru ditambahi dengan bakteri prebiotik yang bisa didapat dipasaran seperti EM4, Stardec, Orgadec, Biosugih tani.

    Semoga jawaban ini cukup membantu.

  28. Ratih says:

    Hallo pak Syam
    Salam kenal dari saya. Saya mau tanya kalau pupuk Bokashi ini bisa atau tidak kalau diberikan pada saat tanamam sudah jadi ( 2 minggu ).
    Kebetulan saya sedang belajar menanam sawi, bisa tidak kalau pupuk Bokashi ini diberikan sesudah saya memindahkan tanaman sawi tersebut (2 minggu ), karna tadinya saya hanya menggunakan pupuk kandang saja.
    tolong ya pak saya tunggu jawaban dari bapak.

    Makasih

  29. Riyanto Atmojo says:

    Terimaksih. infonya sangat bermanfaat

  30. iin says:

    makasih kak chandut infonya. memang lagi butuh nih

  31. riki novel says:

    halo………
    pembuatan bokashi nya beda dngan yg kami buat..

    itu em4nya ada d pasaran ga…..
    mksd_a d perjual belikan

    thanks

  32. hanna says:

    klo pupuk bokasinya, setelah 3 hari itu diatasnya ada semacam jamur hampir menutupi seluruh permukaan dan warnanya hitam itu percobaannya berhasil atau gagal??trims

  33. syam says:

    @Ricki novel:

    Pembuatan bokashi atau kompos dengan nama lain memang punya banyak cara. Kita bisa kembangkan sendiri.

    EM4 dijual di pasaran. Cukup mudah didapat. Distributor utama ada di dekat Ragunan jakarta kalau tak salah. Tapi bisa juga coba ditanya ke dinas pertanian terdekat.

  34. syam says:

    @Hanna…

    Coba dibalik-balik…
    Tidak ada istilah gagal kalo niatnya adalah mendekomposisi bahan organis.

  35. annissa says:

    Dear Mas Syam,
    saya mau tanya dimana bisa mendapatkan EM-4, di jawaban diatas disebutkan bisa di dapatkan dekat ragunan, kalau boleh saya ingin tau spesifik nama tempatnya. lalu apakah EM4 dan stardec sama?
    terimakasih.
    jawaban bisa langsung melalui e-mail saya annissawul@gmail.com

  36. Syam says:

    Dear Anissa,
    tentang EM-4 anda bisa hubungi distributornya di Jl. Raya Jati Padang No.63, Kebagusan,
    Pasar Minggu, Jakarta 12520, Telo. 021 7883 4091 / 021 7883 4092
    email: ipsajkt@indo.net.id

    EM4 dan Stardec Berbeda.
    Stardec adalah produksi Lembah Hijau Multifarm – Solo
    Di Jakarta, anda bisa dapatkan dengan menghubungi distributornya di Lenteng Agung
    Jl Lenteng Agung Raya 43 RT 01. JAKARTA 12610. Phone : 021-78833346
    Website : http://www.lembahhijau.com

  37. Kemal says:

    Thanks friends atas infony…

  38. Syam says:

    Sama-sama, Pak Kemal.

  39. lita says:

    hi mas syam. saya mau tanya. apa perbedaan dalam penggunaan stardec dan EM4? apakah sama2 utk membuat bokashi?

  40. Syam says:

    Salam Lita…

    Keduannya digunakan untuk membuat kompos. Bokashi adalah nama lain untuk kompos yang diperkenalkan oleh produsen EM4.

    Perbedaan antar keduanya ada pada metode dan lama waktu pengomposan. EM4 disebut-sebut bisa untuk membuat kompos dalam jangka waktu 1 minggu. Produsen Stardec menyebutkan bahwa kompos dengan bioaktivator stardec perlu waktu 5 minggu.

    Saya sendiri sudah pernah membuat keduanya. Ada perbedaan. Kamu bisa coba sendiri. Apakah lebih cepat lebih baik, atau belum tentu lebih cepat lebih baik. Tapi perbedaannya tidak hanya dalam soal waktu.

    Saya sendiri sudah meninggalkan keduanya. Mencoba membuat kompos dengan cara lebih simpel. Tanpa bioaktivator/starter produksi luar kebun. Saya hanya menggunakan tanah subur dan sehat dan pupuk kandang. Hasilnya, bagus kok di tanaman.

  41. Agus says:

    EM-4 itu apa dimana bisa kaml dapatkan

  42. saifudin says:

    mantap dah bang. lanjutkan!!!!!!

  43. Di Bali juga ada minyak bokashi malah pabriknya ga jauh dari rumah ku Boss, boleh juga resepnya ijin save ya siapa tau bisa buka home industri minyak bokashi.

    Thanks

  44. ahmad khalid says:

    untuk pupuk bokashi padat/cair yg dihasilkan penggunaanya pada tanaman/tabulampot diberikan tiap berapa waktu mas?

  45. syam says:

    Pak Ahmad Khalid,

    Pemberian kompos padat sebenarnya tergantung kebutuhan,
    biasanya ada yang memberikan per tiga bulan,
    ada pula yang lebih memilih memberikannya 2 kali setahun, pada pangkal dan ujung musim hujan.

    Bila diberikan pada tabulampot, saya kira pemberian pertiga bulan dalam juga boleh…

    Pemberian pupuk organik cair, sebaiknya diberikan secara rutin. Ada yang 3 hari sekali, ada yang satu pekan sekali, atau 10 hari sekali atau dua minggu sekali, sangat tergantung dengan keluangan waktu kita… Saya sendiri lebih memilih per 1 minggu.
    Intinya, rutin.

  46. aan says:

    mas, saya udah coba bikin bokashi ini, tapi bau, gimana solusinya? bokashi ini bisa ngga’ untuk tanaman cabai? krn kita kan tahu cabai paling rentan dgn jamur, apa bokashi ini tdk mengandung jamur? trus penggunaannya gimana mas? makasih…

Leave a comment, and if you'd like your own picture to show up next to your comments, go get a gravatar!

home | top

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes