Pertamina, BUMN Sapi Perah

Pertamina, BUMN Sapi Perah

gambar asli ada pada animasi parodi the meatrix. http://themeatrix.com/

gambar asli ada pada animasi parodi the meatrix. http://themeatrix.com/

Bila ingin Pertamina menjadi perusahaan minyak kelas dunia, multi-nasional, maka salah satu jalan yang mesti ditempuh tidak menjadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sebagai “SAPI PERAH”!

Sebelum mendebat atau menyetujui Pertamina merupakan salah satu BUMN “Sapi Perah”, simak dulu janji Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka “BUMN Summit, 2005”. BUMN SUMMIT adalah pertemuan para komisaris dan direksi BUMN se-Indonesia.

“Kalau ada orang yang mengaku menitipkan direksi dengan menyebutkan dekat dengan pak SBY (Presiden) maka itu tidak benar,” kata SBY.

Apa artinya intervensi penguasa dalam bentuk menempatkan seseorang ke dalam sebuah Badan Usaha Milik Negara?

Di dalam bukunya, Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat, Antara Komitmen dan Jargon (Penerbit Republika, 2008), Fahmy Radhi menulis;

Kecenderungannya, intervensi itu lebih mengarah untuk menjadikan BUMN sebagai “sapi perah” bagi kalangan birokrasi dan partai, ketimbang menjadikan BUMN sebagai salah satunya pilar yang kokoh bagi perekonomian Indonesia. Sebagai sapi perah, jalannya sejumlah BUMN sering kali sempoyongan dan kinerjanya lebih sering jeblok? [hal. 20]

Ironisnya, tujuan utama penempatan direksi tersebut bukanlah untuk menggemukkan sapi BUMN agar bisa menghasilkan susu lebih banyak lagi bagi kesejahteraan rakyat, melainkan semata-mata untuk bisa memerah susu sapi BUMN sebanyak mungkin bagi kepentingan kelompoknya, tak peduli sapi BUMN menjadi kurus. [hal. 21]

Apa buktinya BUMN sempoyongan, jeblok, dan kurus?

Pada tahun 2007, … terbukti, dari 139 BUMN, ternyata hanya 22 yang bisa diandalkan. Selebihnya? 117 BUMN ternyata hanya sebagai penggembira. [detikfinance]

Lalu Pertamina masuk golongan mana? Kelompok 22, atau grup 117? Silakan Googling! Yang pasti ketika membicarakan Pertamina sebagai BUMN dalam kaitannya dengan “sapi perah” , pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy punya pendapat bahwa Pemerintah diminta memperlakukan PT Pertamina (Persero) sebagai entitas bisnis murni. Selama ini pemerintah hanya menjadikan perusahaan minyak itu sebagai “sapi perah”.

“Perlakukanlah prinsip-prinsip manajemen yang sehat kepada Pertamina jika ingin maju,” ujarnya dalam diskusi “Pertamina antara Bisnis dan Politis” di Jakarta, awal tahun 2009. [vivanews]

Petronas, Keciiil…!!!

Saat ini, Petronas telah menjadi perusahaan multinasional, cukup punya nama di dunia. Asetnya 8 kali lipat aset Pertamina.

Untuk menjadi seperti Petronas, pemerintah musti mampu melepaskan Pertamina dari mafia minyak di tanah air. Direktur Pertronas tidak berganti-ganti, mereka (dirut) tetap di sana dengan memegang prinsip yang sehat dengan entitas bisnis bukan politik.

Seorang mantan Dirut Pertamina, Ari H Sumarno berpendapat;

… apabila pemerintah menerapkan kebijakan sama dengan yang diberikan pemerintah Malaysia kepada Petronas, maka prestasi Pertamina akan mampu melewati perusahaan minyak Malaysia tersebut.

Perbedaan mendasar di Indonesia dan Malaysia adalah mereka tidak ada pasal 33 (dari UUD 45). Jadi pemerintah Malaysia menyerahkan semua aset dan sumber daya alam yang dimiliki ke Petronas, kecuali pajak dan deviden. [Republika]

Nah, lho…

Tulisan kali ini tentu belum bisa dianggap selesai, akan ditambahi pada tulisan selanjutnya. Sementara, silakan berkomentar jika setuju, pun tidak setuju.

Apa pun, meski saya masih usap-usap kepala dengan semboyan Pertamina, “KERJA KERAS ADALAH ENERGI KITA”, ayo dorong Pertamina menjadi perusahaan minyak yang berjaya di aras Internasional. Yooo Mareee!!! # # #

About Syam

Syam Asinar Radjam. Blogger perempat waktu. Sehari-hari bekerja sebagai petani malas yang menyerahkan diri pada kebaikan tanah.