subscribe to the RSS Feed

Tuesday, February 9, 2010

Dosa Lingkungan Pertamina

Posted by Syam on November 9, 2009

rustle-the-leaf-about-polution

“Pada masa kepemimpinan saya, tidak boleh ada setetes minyak pun yang tercecer!”
[Kun Kurnely – Ketika menjabat GM DEOP Prabumulih]*

Kutipan di atas saya ambil dari Harian Umum Sumatera Ekspress (Terbit di Palembang) tanggal 24 Februari 2001. Berita yang dimuat di halaman 20 tersebut berjudul Warga Segera Peroleh Ganti Rugi Pertamina. Anak judulnya, “Kun Kurnely: Itu kelalaian Manajemen Masa lalu”.

Sedianya komitmen ini menyenangkan. Tetapi setelah pernyataan itu keluar, pencemaran akibat aktivitas industri perminyakan di wilayah eksploitasi Prabumulih dan sekitarnya, ternyata tetap terjadi. Berikut daftar beberapa dosa lingkungan paska komitmen penghentian pencemaran oleh Pertamina   [diolah dari berbagai sumber dan catatan pribadi];

  • Maret 2001, minyak mentah tumpah dari sumur minyak Beringin 20. Merusak lahan pertanian masyarakat dan mencemari Sungai Siamang Kecil Desa Suka Merindu, kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muara Enim.
  • Januari 2004, puluhan hektare lahan warga tercemar minyak mentah di pengeboran P.29 Simpang Basor Desa Sukamerindu, Kabupaten Muaraenim. Pencemaran disebabkan kebocoran pipa transmisi minyak PT Pertamina (Persero) yang sudah berusia tua. (Sriwijaya Post: Pertamina Belum Ganti Rugi Pencemaran Lahan Jumat, 23 April 2004)
  • 15 Desember 2006, minyak mentah sempat menggenangi pemukiman warga. Pipa migas milik Pertamina EP Region Sumatera meledak. Lokasi kejadian berada di area operasi Talang Jimar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Timur. (REPUBLIKA Rabu, 04 April 2007).
  • 4 Januari 2007 terjadi pipa gas PT Pertamina Unit Bisnis Limau bocor di Kelurahan Sinar Rambang Dusun I Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kabupaten Muara Enim. Akibat kebocoran pipa berdiameter 1,5 inchi menyebabkan, Sahrin (36 tahun) menderita luka bakar di sekujur tubuhnya dan harus menjalani rawat inap di RS Pertamina Prabumulih (REPUBLIKA Rabu, 04 April 2007).
  • 2 April 2007, pipa migas milik Pertamina EP Region Sumatera bocor dan meledak pada Senin (2/4) di Dusun Lebuk Lesung, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim (REPUBLIKA Rabu, 04 April 2007).
  • 25 Mei 2007 Minyak mentah tumpah akibat pecahnya pipa mencemari kebun karet dan Sungai Bayas yang dipergunakan warga tiga dusun di Desa Panta Dewa. Kecamatan Talang Ubi
  • 11 Mei 2009 Pencemaran minyak mentah dan air formasi (air asin) terjadi di desa Sukaraja Kecamatan Abab Kabupaten Muara Enim. Bahan pencemar yang tersebut setinggi 15 Meter daru Sumur gas Tua 01.

Daftar di atas bisa jauh lebih panjang jika menyertakan pencemaran lingkungan yang terjadi di luar Prabumulih – Muara Enim. Apalagi seantero Indonesia.

Intinya, setiap saat pencemaran tetap bisa terjadi jika ”KERJA KERAS PERTAMINA” hanya berhenti pada slogan. Untuk menjadi lebih dari sekadar perusahaan kelas dunia, Pertamina mesti berhasil menihilkan konflik lingkungan hidup di area kerjanya. Tidak terus memperbanyak dosa terhadap lingkungan hidup dan masyarakat lokal di sekitar areanya ###

*Gambar diambil dari Rustle the Leaf environment comic strips.

Comments

3 Responses to “Dosa Lingkungan Pertamina”
  1. ipangsan says:

    hajar bLeeeh…..HANTAM PERTAMINA dengan PERTAMAAAXXXX
    KITA BUNTUNG BANGSA UNTUNG

  2. ipang says:

    commeng pertamaxx

  3. syam says:

    Jangan dihantam :)
    Dorong supaya bangun :D

Leave a comment, and if you'd like your own picture to show up next to your comments, go get a gravatar!

home | top

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes