subscribe to the RSS Feed

Wednesday, March 10, 2010

Tanpa Pupuk Sesayur Tumbuh Subur

Posted by Syam on December 24, 2009

Jangan coba tiru bila takut gagal. Ha ha!

Ceritanya, di areal kebun kecil kami ada tanah yang luar biasa kurus. Sekurus petaninya. Lahan itu kecil saja. Sekitar 400 meter persegi. Dan di lahan itu, tempat saya mainkan proyek suka-suka.

Saya pernah tebar biji-biji kacang-kacangan (leguminosa) pada tahap awal. Konon, teori menyebutkan bahwa tanah kritis bisa diperbaiki misalnya dengan menumbuhkan tanaman keluarga kacang-kacangan pada tahap awal. Halah! Alih-alih terperbaiki, kacang-kacangan pun tak tumbuh.

kebun genteng proyek suka-suka bertani organis di cijapun

Lama kemudian, saya menemukan buku yang ditulis “petani malas” Masanobu Fukuoka. Revolusi Sebatang Jerami. Dia meletupkan ide. Kata Fukuoka, ada empat asas bertani cara malas (baca; bertani alami); 1. Tanpa pengolahan tanah., 2. Tanpa pupuk kimia bahkan tanpa kompos yang sengaja disiapkan, 3. Tanpa menghilangkan gulma dengan pengerjaan tanah maupun penggunaan herbisida, 4. Tidak bergantung pada bahan-bahan kimia?

Bisa? Ha ha. Saya gagal!

Tenang, kata orang bijak yang entah siapa, kegagalan adalah keasyikan yang tertunda.

Secara rinci, areal proyek suka-suka itu saya namai “kebun genteng”. Karena setelah membaca bual Fukuoka, saya menemukan genteng bekas. Lahan kecil itu saya buat bedengan. Lho, katanya tak boleh mengolah tanah, kok malah membuat bedengan.

Bedengan yang saya maksud hanya sebuah petak tanam, didindingi genteng. Jadilah petak tanam berukuran masing-masing 10 x 1 meter. Dapat 5 petak. Area tanam saya garpu sedikit-sedikit, sembari mencampurkan 1 ember (10 liter-an) kotoran domba.

Okra alias kacang kopi (hibiscus esculentus)

Kotoran domba kan pupuk juga? Pupuk kandang. Ya, judul artikel ini terkesan menipu. Tapi saya hanya terilhami Fukuoka. Tanpa pupuk kimia, dan tak pakai kompos yang sengaja disiapkan, bukan?

Di atasnya tanah ditebar sampah organis. Mulai dari jerami hingga sampah organik dapur. Sementara waktu ia akan menjadi penutup tanah atau mulsa (mulches). Manfaatnya, menekan pertumbuhan gulma, mempertahankan kelembaban tanah (menahan laju penguapan air), dan nantinya menjadi rabuk.

Semua petak saya Tanami 4 jenis sayuran. Sayuran kacang-kacangan, sayuran umbi, sayuran buah, sayuran daun. Singkat cerita, pada gilir pertama 3 dari 5 petak sayur di kebun genteng gagal total!

Gilir tanam kedua, hanya 1 petak yang gagal. Wow! Padahal pada gilir kedua ini, saya tak memasukkan pupuk kandang lagi selain menambahkan sampah organik Catatan detail tentang ini saya catatkan pada Bertani Organis Hemat Tenaga.

Dan sekarang sudah masuk gilir tanam ke tiga? Seharusnya bisa sukses 100%. Sialnya, karena mulai kerepotan memberi makan ayam, ayam-ayam saya suruh cari makan sendiri. Dua petak sayur dikais ayam. Halah!

Tapi tadi sore, saya sempat memotret okra alias kacang kopi (hibiscus esculentus). Tumbuh subur. Tetap menyenangkan. [syamar]* * *

Leave a comment, and if you'd like your own picture to show up next to your comments, go get a gravatar!

home | top

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes