Search
Find us on facebook
Info
Sponsor
Unknown FeedRecent Comments
Archive for December, 2010
-
Jujur Seorang Prabumulih
Posted on December 28, 2010 | 2 CommentsAda satu kalimat sederhana yang sempat terucap dari Umak, Ibu saya, ketika saya minta dilamarkan dang kawan terkasih. “Ai… Ndot,” kata Umak pelan seraya menyapa saya dengan penggal nama timang... -
Pupuk Terbaik adalah Jejak Langkah Petani
Posted on December 3, 2010 | 4 CommentsDulu, saya sering heran memerhatikan cara ibu kami merawat tanaman di halaman rumah LeBul. Ia bisa bercakap-cakap dengan sebatang tanaman hias di satu pot, bermenit hingga berjam. Keesokan harinya sang... -
Mitamitik Pelatihan Pertanian
Posted on December 3, 2010 | No CommentsBanyak sudah petani dilatih. Hasilnya? Banyak juga anakmuda dididik pengetahuan bertani. Hasilnya? Saya sendiri, seusai belajar, sempat bimbang mau apa ketika menatap setongkol jagung macam cerita dalam puisi Rendra. Beberapa... -
Mengejar “Kentut Kuda” | Suatu Hari di Salatiga
Posted on December 3, 2010 | No CommentsSang walikota dapat pujian. Ide sederhananya berhasil; membuat satu septic-tank raksasa untuk menampung tinja warga satu kota. Bila tak keliru, proyek yang sama juga berfungsi sebagai pembangkit biogas. Hingga suatu... -
Kayu Kuman | Sahabat Aktifis Haha
Posted on December 3, 2010 | 1 Comment“Kenalkan! Doan, aktifis!” teman saya mengulurkan tangan dan menyalami dua mahasiswi. Maksudnya dia demonstran. Meski terkesan serius, sebenarnya Doan sedang berseloroh. Maklum memang pernah ada masa, satu generasi merasa tak... -
Secangkir Es Krim Bersama Chairil Anwar yang Malang| Suatu Hari di Malang
Posted on December 3, 2010 | 1 CommentAh! Hatiku tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi. [Chairil Anwar; Sia-sia 1943] Bait akhir puisi “Sia-Sia” teringat ketika saya berhadapan dengan Chairil Anwar. Ia berdiri membelakangi gereja Kayutangan, Malang.... -
Panen “Blackberry” Ingat Ponakan
Posted on December 3, 2010 | No Comments“Pakde Chan!” teriak Mosky. Saya nengok. Lidahnya udah baik, dulu dia sapa saya Pakde Etan. Sapaan yang membuat saya tertawa. Pakde Etan? Pakde setan, kah? Mosky bilang lagi, “Pakde mau...





![Secangkir Es Krim Bersama Chairil Anwar yang Malang| Suatu Hari di Malang Ah! Hatiku tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi. [Chairil Anwar; Sia-sia 1943] Bait akhir puisi “Sia-Sia” teringat ketika saya berhadapan dengan Chairil Anwar. Ia berdiri membelakangi gereja Kayutangan, Malang....](http://dusunlaman.net/wp-content/uploads/2010/12/chairil-anwar-malang-115x115.jpg)


