Archive for December, 2010

  • Ada satu kalimat sederhana yang sempat terucap dari Umak, Ibu saya, ketika saya minta dilamarkan dang kawan terkasih. “Ai… Ndot,” kata Umak pelan seraya menyapa saya dengan penggal nama timang...

    Jujur Seorang Prabumulih

    Ada satu kalimat sederhana yang sempat terucap dari Umak, Ibu saya, ketika saya minta dilamarkan dang kawan terkasih. “Ai… Ndot,” kata Umak pelan seraya menyapa saya dengan penggal nama timang...

    Continue Reading...

  • Dulu, saya sering heran memerhatikan cara ibu kami merawat tanaman di halaman rumah LeBul. Ia bisa bercakap-cakap dengan sebatang tanaman hias di satu pot, bermenit hingga berjam. Keesokan harinya sang...

    Pupuk Terbaik adalah Jejak Langkah Petani

    Dulu, saya sering heran memerhatikan cara ibu kami merawat tanaman di halaman rumah LeBul. Ia bisa bercakap-cakap dengan sebatang tanaman hias di satu pot, bermenit hingga berjam. Keesokan harinya sang...

    Continue Reading...

  • Banyak sudah petani dilatih. Hasilnya? Banyak juga anakmuda dididik pengetahuan bertani. Hasilnya? Saya sendiri, seusai belajar, sempat bimbang mau apa ketika menatap setongkol jagung macam cerita dalam puisi Rendra. Beberapa...

    Mitamitik Pelatihan Pertanian

    Banyak sudah petani dilatih. Hasilnya? Banyak juga anakmuda dididik pengetahuan bertani. Hasilnya? Saya sendiri, seusai belajar, sempat bimbang mau apa ketika menatap setongkol jagung macam cerita dalam puisi Rendra. Beberapa...

    Continue Reading...

  • Sang walikota dapat pujian. Ide sederhananya berhasil; membuat satu septic-tank raksasa untuk menampung tinja warga satu kota. Bila tak keliru, proyek yang sama juga berfungsi sebagai pembangkit biogas. Hingga suatu...

    Mengejar “Kentut Kuda” | Suatu Hari di Salatiga

    Sang walikota dapat pujian. Ide sederhananya berhasil; membuat satu septic-tank raksasa untuk menampung tinja warga satu kota. Bila tak keliru, proyek yang sama juga berfungsi sebagai pembangkit biogas. Hingga suatu...

    Continue Reading...

  • “Kenalkan! Doan, aktifis!” teman saya mengulurkan tangan dan menyalami dua mahasiswi. Maksudnya dia demonstran. Meski terkesan serius, sebenarnya Doan sedang berseloroh. Maklum memang pernah ada masa, satu generasi merasa tak...

    Kayu Kuman | Sahabat Aktifis Haha

    “Kenalkan! Doan, aktifis!” teman saya mengulurkan tangan dan menyalami dua mahasiswi. Maksudnya dia demonstran. Meski terkesan serius, sebenarnya Doan sedang berseloroh. Maklum memang pernah ada masa, satu generasi merasa tak...

    Continue Reading...

  • Ah! Hatiku tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi. [Chairil Anwar; Sia-sia 1943] Bait akhir puisi “Sia-Sia” teringat ketika saya berhadapan dengan Chairil Anwar. Ia berdiri membelakangi gereja Kayutangan, Malang....

    Secangkir Es Krim Bersama Chairil Anwar yang Malang| Suatu Hari di Malang

    Ah! Hatiku tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi. [Chairil Anwar; Sia-sia 1943] Bait akhir puisi “Sia-Sia” teringat ketika saya berhadapan dengan Chairil Anwar. Ia berdiri membelakangi gereja Kayutangan, Malang....

    Continue Reading...

  • “Pakde Chan!” teriak Mosky. Saya nengok. Lidahnya udah baik, dulu dia sapa saya Pakde Etan. Sapaan yang membuat saya tertawa. Pakde Etan? Pakde setan, kah? Mosky bilang lagi, “Pakde mau...

    Panen “Blackberry” Ingat Ponakan

    “Pakde Chan!” teriak Mosky. Saya nengok. Lidahnya udah baik, dulu dia sapa saya Pakde Etan. Sapaan yang membuat saya tertawa. Pakde Etan? Pakde setan, kah? Mosky bilang lagi, “Pakde mau...

    Continue Reading...

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes