Musim Buah Karamunting
29 November 2007 | By Syam in faunaflora, laman memoarOleh: Syam Asinar Radjam
Bunga-bunga karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) rebak di penghujung kemarau. Padang-padang luas bertanaman semak karamunting dipenuhi warna ungu dengan lima kelopak. Bermunculan sekumpulan lebah, kumbang dan kupu-kupu dengan ragam warna mencari saribunga.
Hingga bunga karamunting satu-satu berlepasan kelopaknya, menjelma menjadi buah berwarna hijau sekeras jambu biji mentah, berukuran sekacang tanah. Menjelang hujan turun di pangkal musim hujan satu-satu buah karamunting berwarna kemerahan. Sampai kemudian musim buah karamunting mencapai puncaknya, buah-buahnya bunting berwarna ungu.
Karamunting adalah sejenis tanaman liar dengan pohon berkayu. Di padang-padang terbuka tingginya hampir serata tinggi orang-orang dewasa. Buahnya yang matang kira-kira tiga per empat buah anggur. Kulitnya seperti beludru, tak licin mengilat, kecuali jika baru tersiram hujan. Di dalamnya berbiji seperti biji anggur, daging seperti anggur, hanya terasa lebih berserat, tak terlalu mengandung air, dan rasanya manis.
Orang-orang memetiknya biasanya sambil pergi ke pemandian-pemandian di sungai. Mereka memenuhi saku baju dengan buah karamunting kemudian berenang sambil mengunyahnya.
Padang karamunting yang cukup luas di Prabumulih salah satunya adalah di sekitar Kalipucuk yang dekat dengan beberapa pemandian yang merupakan aliran sungai Jambat teras.
[Tulisan ini merupakan versi suntingan (edit) dari artikel yang pernah dimuat di blog cikal dusunlaman, 16 Februari 2005]





30 November 2007 | syafril007 Said:
buah kalimunting dulu waktu saya kecil menyebutnya (belum ngerti kalau karamunting), buah ini banyak terdapat di kebun kami di desa Suka Menang kec. Gelumbang Sumsel, saya dan adik saya suka sekali memetik dan memakannya, kini sudah 15 tahun dalam perantauan rasanya sangat rindu dengan kenangan makan buah ini.
kadang kami memetiknya pada saat berburu burung dan memancing, dan juga mengguah memori mengenai almarhum ayah yang bersama saya dan keluarga membangun kebun ditanah kelahirannya ini.
30 November 2007 | syafril007 Said:
buah kalimunting dulu waktu saya kecil menyebutnya (belum ngerti kalau karamunting), buah ini banyak terdapat di kebun kami di desa Suka Menang kec. Gelumbang Sumsel, saya dan adik saya suka sekali memetik dan memakannya, kini sudah 15 tahun dalam perantauan rasanya sangat rindu dengan kenangan makan buah ini.
kadang kami memetiknya pada saat berburu burung dan memancing, dan juga menggugah memori mengenai almarhum ayah yang bersama saya dan keluarga membangun kebun ditanah kelahirannya ini.
05 December 2007 | Etmusahani Said:
kalau di baturaja lematang disebut kere bunting, mungkin karena kulitnya berbulu seperti kera yang bunting.
kalau sedang berburu burung, sering diambil sebagai makanan burung hasil buruan sekalian makanan buat tuannya sampai lidah berwarna ungu kayak jagoan neon
14 December 2007 | rully Said:
buah karamunting, jaman kecil2 dulu banyak tumbuh di kebun depan rumah di palembang, kadang dijual secanting (sekaleng susu yang kecil) Rp. 25,-. Sekarang rasanya jarang lagi di jumpai apalagi di kota besar.
19 December 2007 | ian Said:
keramunting wauuuu lamo dak makannyo, ado cak duopuluh tahun………………. lemak segar
22 December 2007 | dedy Said:
terima kasih saya ucapkan dengan kehadiran situs ini,buah karamunting mengingatkan saya dengan kenangan waktu kecil.dimana kami suka sekali mencari buah tersebut di daerah Anak Petai.sekarang setelah sekian tahun didaerah rantau,saya baru merasakan bahwa saya bangga menjadi warga prabumulih yang kaya sumber daya alam.kalau dari dulu hidup dikota besar seperti sekarang mungkin saya tidak akan pernah merasakan keaslian alam..seperti merasakan buah karamunting
24 December 2007 | ian Said:
buah hutan yang nikmat,, asoiy.teringat masa kecil saat menemani ayah dan ibuku di ladang, aku dan adikku malah mencari buat itu
26 December 2007 | rizal Said:
wah sedih ya di perantauan,aku juga bentar lagi mau ke surabaya,aku mau ninggali prabumulih,bagi ku prabumulih
10 January 2008 | Syam Said:
Supaya tidak terlalu sedih, bawa bibit karamunting ke tanah rantau, Zal. Hehe…
24 March 2008 | Lahbleple Said:
I’d prefer reading in my native language, because my knowledge of your languange is no so well.
09 April 2008 | pitok Said:
saking rindunye aku nanam karemunting di depan huma, dan itu mungkin yg pertamekali setelah seratus taun prabumulih jadi dusun karemunting kembali ketengah dusun( kota prabumulih) dek percaye kinak diwek. aku juge ber angan kalu pacak tanaman pembelah jalan sudirman di prabumulih di tanam karemunting di samping murah,ade buahnye adebungenye dan banyak ceritenye.hahahahahahahhahaha
04 January 2009 | Safri Ishak Said:
Waktu masih kecil, kira-kira 48 tahun yang lalu, saya sama ayah sering menjerat burung punai di semak-semak dekat kebun sayur ayah di kampung kami Mentok Bangka. Di Rumbai Pekanbaru rupanya ada juga pohon karamunting, saya sempat menanamnya di halaman rumah. Saya sempat bawa anak karamunting ke Jakarta, sayang ndak bisa tumbuh.
04 January 2009 | Syam Said:
Salam, Pak Safri Ishak.
Mungkin perlu dicoba ulang tanam karamunting di Jakarta
Kami sendiri menanam di Sukabumi. Dari dua anak, satu tumbuh. Tapi masih jauh dari berbuah
Mudah-mudahan sekembali ke Prabumulih akhir pekan ini, saya bisa bawa beberapa anakan lagi. Selain untuk ditanam di kebun Sukabumi, mau coba juga di Jakarta.
Salam,
Syam
06 January 2009 | Safri Ishak Said:
Waalaikumsalam, Pak Syam.
Apakah sudah ada yang mencoba membuat selai buah karamunting?
Bagus sekali Pak Syam mau menanam karamunting di Jakarta, mudah-mudahan berhasil dan saya bisa belajar dari Pak Syam.
Di Jakarta saya menanam pohon Jambu Kemang, batang, daun dan bunganya mirip jambu bol, tapi buahnya berbentuk botol dan lebih besar daripada jambu bol, kalau sudah masak putih warnanya.
Bibit (bijinya) dibawa Alm. Mak dari Kampung dan sekarang sudah berumur empat tahun dan Isya Allah satu dua tahun lagi berbuah.
Senang sekali berkenalan dengan Pak Syam dan kawan-kawan yang masih peduli dusunlaman.
Wassalam,
Safri
07 January 2009 | GANDOEL Said:
Karamunting ??? banyak di daerah Kali Pucuk..dulu..
01 September 2009 | endah Said:
saya tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang buah karamunting ini…..tapi saya bingung buahnya itu sekarang banyak tumbuh di daerah mana ya????
saya tinggal di palembang sumsel,,kalo ada yang tau mohon informasinya ya atau kalo ada yang jual hub saya saja……
di Email
Niez_endah@plasa.com
terima kasih. . . . . .
02 September 2009 | Syam Said:
Salam, endah…
Di Sumsel buah ini bersebaran mulai dari dataran di Indralaya – sampai OKI, di Prabumulih tentu banyak sekali…
Sekali-sekali tanya kerabat, teman, atau kenalan yang bermukim di prabumulih. trus tanya atau singgahi.
Cari yang jual cukup sulit, karena buah ini belum dikomersilkan.
03 September 2009 | Naface Said:
Betang karamunting.. kalau di desa kami (ds. Sukarame) bisa digunakan untuk pengobatan luka bakar pada kulit.
18 December 2009 | Mengembalikan Jati Diri Bangsa Said:
Jadi teringat masa kecil di Bengkulu dan Dusun Babatan Lintang tanaman ini masih banyak atau langka sekarang?
10 June 2010 | Pak Udak Said:
Mangcek, jaman dulu kito masi kecik tu, gari makan saro, jadi mano nyang ado bae laju,..kero bunting laju, kero duduk laju, kero idup apolagi,..! budak mak ini, makannyo laen mangcek, pizza, spaghetty, kopinyo starbuck !! he he he sorry yach pake bahasa perancis bagian pulau-pulau.
17 June 2010 | syam Said:
ha ha ha ha… ado nian Pak udak.
dak musim lagi caknyo mbakar biji petaling =))