Posted by Syam on January 28, 2010

tomat dan mulsa alami
Tulisan ini saya salin (publish ulang dari blog saya di kompasiana.
Sebenarnya saya sudah tersentil sedari Ika Tak Jadi Membakar Surat Cinta. Lalu Engkong Ragile yang makin rada gile mabuk kepayang lantaran surat cinta. Dan itu belum selesai, sampai Mariska membacakan roman sepucuk surat cinta dari sang pejoeang yang berakhir dengan sebuah kuis berpacul dalam melodi.
Sampailah pada Ferdi yang menggelitik dengan mengangkat derajad sampah. Tak ada niat saya untuk bilang surat cinta sama dengan sampah. Saya masih menyimpan surat-surat cinta. Meski tak utuh, tapi ada satu berbalasan yang kami bingkai…
Tapi, ketimbang dibakar atau dihibahkan untuk kertas pembungkus belacan (terasi) di warung tetangga, mending kasihkan pada Ms. Veggie si nona sesayur. Jadikan dia mulsa, penutup tanah, pengurang gulma.
Di kebun, pernah saya coba memanfaatkan koran bekas sebagai mulsa. Jika ingin coba, surat cinta mungkin akan memberi kesenangan lebih bagi para sesayur. Sebab koran isinya kebanyakan tentang bencana, kabar duka, dan skandal kejahatan negara. Tak ada apa-apanya dibanding selembar surat cinta.
Bila berminat mencoba di halaman rumah, silakan saja:

koran bisa diganti surat cinta, ha ha
- Siapkan surat cinta lama yang sudah anda relakan, bisa juga membuat surat cinta baru yang sengaja ditulis untuk nona-nona sesayur,
- Siapkan petak yang akan ditanami, sudah dalam kondisi tergemburkan dan berpupuk organik lebih baik,
- Tebar surat cinta anda hingga menutupi petak yang akan ditanami,
- Ciprati air dan lembabkan supaya tak terbang-terbang,
- Tutupi dengan bahan mulsa alami lain, macam daun-daunan kering, sisa sampah dapur (bungkus mie instan, kaleng sarden, dan kemasan an-organik, jangan disertakan.
- Ya, sudah… Tanami. Jangan lupa kalo meletakkan biji benih atau bibit sesayur, coblos sampai menembus lapisan kertas surat cinta anda. Akar tanaman berada di bawah lapisan kertas.
- Rawat baik-baik dan tunggu balasan surat cinta dari para nona sesayur.
Turut berbahagia. Semoga menjadi kabar baik.
Salam hangat selalu!
[SyamAR; Cijapun, 24 Januari 2010]
NB:
#1. Delapan tambah delapan, enam belas… harapan pasti berbalas.
#2. Bagaimana dengan logam berat yang dikandung tinta? Timbang sendiri, atau baca artikel ini,
#3. Karena sungkan motret dan melakukan demonstrasi, saya comot saja ilustrasi pendukung dari sini, nih!
Posted by Syam on October 26, 2008

Bahasan lokak kali ini adalah Clixsense. Ia adalah salah satu lokak mengais rezeki di dunia maya (internet).
Jangan buru-buru berpikir bahwa ini adalah cara mudah mendapatkan uang dari internet, meski banyak orang menyebut cari uang dari internet itu mudah. Pahami saja ini hanya salah satu peluang yang bisa diraih dari internet, dengan cara yang tidak njelimet.
Singkatnya WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on October 25, 2008

Catatan Syam Asinar Radjam
Di Indonesia, sampah kota selalu menjadi permasalahan rumit mulai dari persoalan kesehatan hingga isu sosial yang kerap menimbulkan konflik struktural antara negara c.q pemerintah dan rakyat. Sebenarnya, jika saja pemerintah kota bersedia mengubah cara pandang, maka sampah adalah ‘tambang emas’baru.
Pada cara pandang lama, sampah hanya diartikan sebagai WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on September 12, 2008
Catatan Syam Asinar Radjam
Setiap kali melintasi kota Tegal, kami selalu mampir ke satu tempat. Rasanya seperti sedang berwisata ke sana. Bukan karena pemandangan yang indah, bukan pula hendak menyenangkan lidah dengan masakan khas yang maknyus.
Tempat ini sebenarnya pom bensin (SPBU). Sebenarnya kalau sekadar hendak WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on
Catatan Syam Asinar Radjam
Media massa di Indonesia tiba-tiba ramai membicarakan makanan sampah. Kali ini benar-benar makanan sampah, bukan terjemahan bebas dari junk-food!
Daging, sosis, dan bakso sisa hotel dikumpulkan oleh pemulung untuk dijual kembali ke pengumpul. Di tangan pengumpul makanan sampah tadi diolah dengan bahan-bahan kimia berbahaya, formalin dan sebagainya. Selanjutnya makahan sampah (plus bangkai) ini dijual ke pasar-pasar tradisional di Jakarta. Terungkapnya kasus ini membawa pelakuknya, Darno, ke tahanan.
Masyarakat WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on
Catatan Syam Asinar Radjam
Sepupu saya punya cerita. Cerita yang mungkin lebih mirip dongeng ketimbang fakta. Di tanah Lampung ia punya teman. Konon temannya ini, bermimpi kaya. Caranya? Mengelola lahan sempit berukuran sekitar 2-3 sekat. Satu sekat setara dengan 400 meter persegi.
Sepupu saya tergelak. Di Prabumulih, para petani tidak pernah kaya. Meski mereka mengelola lahan sedikitnya 5 hektar. Jangan pula kaget jika mendapati seorang petani tradisional memiliki lahan sampai puluhan hektar. Apakah dengan lahan seluas itu mereka kaya? Jawaban mereka paling-paling, “cukuplah untuk makan.” WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on July 22, 2008
Oleh: Mridu Khullar
Diterjemahkan secara bebas oleh Syam Asinar Radjam
Jadi, anda bermimpi menjadi penulis terkenal? Anda ingin menyelesaikan sebuah artikel di selembar kertas secepat mungkin dan melihatnya dimuat di suatu media cetak. Anda memiliki ide yang luar biasa untuk sebuah buku dan anda akan memulainya sekarang. Tapi tahukah anda bagaimana sebenarnya kehidupan riil seorang penulis? Bacalah untuk menemukan jawabannya? WAIT! There is more to read… read on »