Posted by Syam on February 3, 2010

Cung kendire ( Solanum Lycopersicum cerasiforme), tomat cherry lokal . Ketika difoto, semak sudah sedikit disiangi. Foto; koleksi pribadi
Beberapa hari lalu, saya berniat mengolah bedengan di petak sesayur yang sudah cukup lama dibero, diistirahatkan. Rumput-rumputnya sudah tinggi. Niatnya, cabut rumput di tengah petak, rumput di tepi bedengan dipangkas sekadarnya supaya tetap bisa menahan erosi. Saya menemukan “Si Bandel” bersembunyi di balik WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on January 28, 2010

tomat dan mulsa alami
Tulisan ini saya salin (publish ulang dari blog saya di kompasiana.
Sebenarnya saya sudah tersentil sedari Ika Tak Jadi Membakar Surat Cinta. Lalu Engkong Ragile yang makin rada gile mabuk kepayang lantaran surat cinta. Dan itu belum selesai, sampai Mariska membacakan roman sepucuk surat cinta dari sang pejoeang yang berakhir dengan sebuah kuis berpacul dalam melodi.
Sampailah pada Ferdi yang menggelitik dengan mengangkat derajad sampah. Tak ada niat saya untuk bilang surat cinta sama dengan sampah. Saya masih menyimpan surat-surat cinta. Meski tak utuh, tapi ada satu berbalasan yang kami bingkai…
Tapi, ketimbang dibakar atau dihibahkan untuk kertas pembungkus belacan (terasi) di warung tetangga, mending kasihkan pada Ms. Veggie si nona sesayur. Jadikan dia mulsa, penutup tanah, pengurang gulma.
Di kebun, pernah saya coba memanfaatkan koran bekas sebagai mulsa. Jika ingin coba, surat cinta mungkin akan memberi kesenangan lebih bagi para sesayur. Sebab koran isinya kebanyakan tentang bencana, kabar duka, dan skandal kejahatan negara. Tak ada apa-apanya dibanding selembar surat cinta.
Bila berminat mencoba di halaman rumah, silakan saja:

koran bisa diganti surat cinta, ha ha
- Siapkan surat cinta lama yang sudah anda relakan, bisa juga membuat surat cinta baru yang sengaja ditulis untuk nona-nona sesayur,
- Siapkan petak yang akan ditanami, sudah dalam kondisi tergemburkan dan berpupuk organik lebih baik,
- Tebar surat cinta anda hingga menutupi petak yang akan ditanami,
- Ciprati air dan lembabkan supaya tak terbang-terbang,
- Tutupi dengan bahan mulsa alami lain, macam daun-daunan kering, sisa sampah dapur (bungkus mie instan, kaleng sarden, dan kemasan an-organik, jangan disertakan.
- Ya, sudah… Tanami. Jangan lupa kalo meletakkan biji benih atau bibit sesayur, coblos sampai menembus lapisan kertas surat cinta anda. Akar tanaman berada di bawah lapisan kertas.
- Rawat baik-baik dan tunggu balasan surat cinta dari para nona sesayur.
Turut berbahagia. Semoga menjadi kabar baik.
Salam hangat selalu!
[SyamAR; Cijapun, 24 Januari 2010]
NB:
#1. Delapan tambah delapan, enam belas… harapan pasti berbalas.
#2. Bagaimana dengan logam berat yang dikandung tinta? Timbang sendiri, atau baca artikel ini,
#3. Karena sungkan motret dan melakukan demonstrasi, saya comot saja ilustrasi pendukung dari sini, nih!
Posted by Syam on December 24, 2009
Jangan coba tiru bila takut gagal. Ha ha!
Ceritanya, di areal kebun kecil kami ada tanah yang luar biasa kurus. Sekurus petaninya. Lahan itu kecil saja. Sekitar 400 meter persegi. Dan di lahan itu, tempat saya mainkan proyek suka-suka.
Saya pernah tebar biji-biji kacang-kacangan (leguminosa) pada tahap awal. Konon, teori menyebutkan bahwa tanah kritis bisa diperbaiki misalnya dengan menumbuhkan WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on July 3, 2009
Sebagian Dari 10 Mitos Tentang Kompos | Ten Myth About CompostCatatan Berkebun Syam Asinar Radjam
Dusunlaman.net banyak menerima komentar terkait proses pembuatan kompos (composting). Beberapa di antaranya menyoal bioactivator alias starter untuk kompos, selanjutnya kita sebut saja biang kompos, ragi, atau umak kompos. Ada pula yang menyebut kenapa cara pembuatan kompos yang disajikan dalam dusunlaman berbeda dengan kebiasaan si pengomentar.Tulisan ini diharapkan menjadi jawaban atas komentar (pun pertanyaan) yang sudah mampir. Singkatnya, WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on April 12, 2009
OmongKosong Syam Asinar Radjam
[dimuat di Majalah Trubus edisi April 2009]
Dunia terkepung krisis. Setidaknya empat krisis membelit dunia saat ini: krisis pangan, energi, ekologi, dan ekonomi. Para pemimpin negara, kalangan ahli, dan pengambil keputusan di seluruh dunia sibuk mencari jalan keluar di arah global. Padahal, jawabannya berserak di tingkat lokal, ada di desa-desa atau kota-kota kecil. Jawaban atas keempat krisis itu bernama pertanian terpadu.
Terpadu berarti WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on February 24, 2009

Omong Kosong Syam Asinar Radjam
Malam ini saya baru menerima email dari sebuah milis tentang pertanian. Intinya adalah berkenalan sekaligus berbagi pengalaman.
Penggalan isi suratnya, sebagai berikut:
saya tertarik dengan dengan dunia pertanian dan perkebunan. tapi saya WAIT! There is more to read… read on »
Posted by Syam on February 23, 2009
Di bawah ini ada beberapa bahan bacaan yang mungkin bisa dijadikan bahan pengayaan bagi teman-teman yang ingin membuat kompos sendiri. Tentu saja beberapa diantaranya adalah jenis kompos standar. Semua file dalam bentuk pdf. Silakan unduh, dan semoga bermanfaat.
Composting is Easy
Composting for Kids
Benefit of Composting to Agriculture
Backyard Composting
Compost Outreach Booklet
Backyard-Composting
buku saku Berkebun di Pekarangan
How a fish become fertilizer
Natural Farming
Composting at home Bochure
Compost
Composting Fact Sheet
Composting Basics
Composting at Home
Link ke file-file lain akan saya update di dusunlaman.